Prevalensi hipertensi DIY capai 31,8 persen, bagaimana mencegahnya?
Prevalensi hipertensi di DIY mencapai 31,8 persen, lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional.
Angka prevalensi hipertensi di DI Yogyakarta (DIY) berada di level mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka hipertensi pada penduduk usia kurang lebih 18 tahun di DIY mencapai 31,8%, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 30,8%.
Table Of Content
Tantangan pencegahan dan pengelolaannya pun makin terasa di tingkat lokal. Data HEARTS Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta hingga Juli 2026 mencatat ada sekitar 97.362 penduduk usia 15 tahun ke atas yang mengidap hipertensi.
Sayangnya, dari jumlah pasien yang terdaftar, sebanyak 44,90% tidak tercatat melakukan kunjungan medis dalam 12 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan lemahnya kesinambungan pemantauan dan pengelolaan kondisi kesehatan masyarakat.
Lantas, bagaimana cara efektif mencegah dan mengendalikan lonjakan kasus hipertensi ini? Berikut langkah-langkahnya:
Pemantauan mandiri secara berkala dan konsisten di rumah
Pengendalian hipertensi tidak boleh hanya mengandalkan pemeriksaan sewaktu di fasilitas kesehatan, melainkan butuh pemantauan mandiri secara rutin.
Ketua Pokja Hipertensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Dr. Bagus Andi Pramono, Sp.JP, FIHA, menekankan pentingnya pemantauan berkesinambungan ini.
Menurutnya, hipertensi adalah penyakit pembunuh yang diam atau silent killer, tanpa gejala namun mematikan. Siapapun yang tidak cek tensi darah, sulit mengetahui apakah dirinya terkena hipertensi atau tidak.
“Hipertensi merupakan kondisi yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Karena tekanan darah dapat berubah dari waktu ke waktu, pemantauan secara berkala penting untuk melihat apakah tekanan darah berada dalam target dan bagaimana respons seseorang terhadap pengobatan. Pemantauan di rumah dapat membantu memberikan gambaran tekanan darah dalam aktivitas sehari-hari, terutama apabila dilakukan secara konsisten dengan perangkat yang tervalidasi dan metode pengukuran yang benar,” jelas Bagus di Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).
Pahami cara pengukuran yang benar dan catat hasilnya
Mencegah keparahan hipertensi memerlukan pemahaman teknis pengukuran yang tepat agar data yang didapatkan akurat saat dikonsultasikan ke dokter.
“Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui angka tekanan darahnya, tetapi juga memahami cara mengukurnya dengan benar dan mencatat hasilnya secara konsisten. Dengan demikian, hasil pemantauan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap ketika pasien berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” lanjutnya.
Gunakan perangkat kesehatan yang tervalidasi dan terkalibrasi
Akurasi alat ukur menjadi kunci utama dalam pemantauan mandiri. Perangkat tensimeter yang digunakan di rumah idealnya telah melalui uji klinis independen (seperti ESH, BHS, AAMI, atau rekomendasi StrideBP) serta rutin dikalibrasi.
Mendukung kebiasaan pemantauan mandiri yang tepat, OMRON Healthcare Indonesia bekerja sama dengan Datascrip Service Center menghadirkan OMRON Experience Center (OEC) di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Gajahmada No. 21 Kav. R-2, Pakualaman.
Fasilitas ini mempermudah masyarakat mengakses layanan purna jual, perbaikan, hingga kalibrasi alat.
Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia, menegaskan bahwa akses terhadap pemeliharaan perangkat adalah bagian integral dari pencegahan risiko penyakit kardiovaskular.
“Sejalan dengan misi global Going for ZERO, OMRON berkomitmen untuk membantu masyarakat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung melalui pencegahan dan pemantauan kesehatan yang lebih baik. Pengelolaan hipertensi membutuhkan pemantauan yang konsisten, termasuk ketika masyarakat melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah,” paparnya.
Melalui OMRON Experience Center dan kerja sama dengan Datascrip di Yogyakarta, kami ingin mendekatkan akses terhadap layanan servis dan kalibrasi, sekaligus mendukung masyarakat agar dapat menggunakan perangkat kesehatan secara tepat dan optimal,” tutup Tomoaki.



No Comment! Be the first one.