Mencetak ahli energi dari Bumi Cenderawasih untuk masa depan Papua
Sebanyak 13 mahasiswa asal Papua menempuh studi di FTME UPN 'Veteran' Yogyakarta dengan skema beasiswa TA 2026/2027.
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menerima 13 putra-putri terbaik asal Papua sebagai mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027 sebagai upaya memerluas akses pendidikan tinggi dan memerkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.
Table Of Content
Langkah ini terwujud melalui program beasiswa hasil kerja sama antara UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK).
Seluruh mahasiswa asal Bumi Cenderawasih tersebut dijadwalkan menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta. Kehadiran mereka di fakultas yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam ini diharapkan dapat mencetak tenaga ahli yang siap memajukan sektor energi dan mineral di tanah kelahiran mereka.
Untuk mendukung penuh kelancaran studi para mahasiswa, program beasiswa YPMAK memberikan jaminan pendanaan yang komprehensif. Skema beasiswa ini mencakup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga selesai studi, Iuran Pengembangan Institusi (IPI), biaya hidup bulanan, serta tanggungan biaya penelitian, tugas akhir, dan skripsi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, menegaskan bahwa penerimaan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan kesempatan belajar yang setara.
“UPN “Veteran” Yogyakarta ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia, termasuk Papua. Kami percaya, ketika kesempatan dan ruang belajar dibuka secara luas, potensi generasi muda Papua dapat berkembang menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Hendro.
Siapkan lingkungan yang kondusif
Lebih lanjut, Hendro menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan kampus tidak hanya terbatas pada pemberian akses masuk perguruan tinggi. UPN “Veteran” Yogyakarta juga siap menyediakan lingkungan akademik yang kondusif serta program pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga berkomitmen memberikan lingkungan akademik dan pendampingan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan mampu kembali memberikan kontribusi bagi Papua serta Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendro juga berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan peluang emas ini dengan penuh kedisiplinan, menaati aturan kampus, dan berjuang meraih prestasi selama masa perkuliahan.
Program ini dirancang sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua, sehingga para lulusannya kelak dapat membawa pulang ilmu dan kompetensi untuk memajukan masyarakat lokal.
“Kami sangat yakin dan optimistis, mereka yang datang ke sini dengan niat yang benar akan kembali ke Papua dan membangun Papua dengan baik. Harapan kami, setelah lulus, mereka kembali mengabdi kepada Papua,” tutur Hendro.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Bela Negara yang konsisten menerapkan pendidikan tinggi inklusif, wadah yang tidak hanya menempa kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter dan semangat pengabdian bagi Indonesia.
Menerima 5.880 mahasiswa
UPNVY juga menerima 5.880 mahasiswa di Tahun Akademik (TA) 2026/2027 dan telah melalui Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) 2026 yang berlangsung selama enam hari, Senin hingga Sabtu (10–15/8/2026), dengan mengusung Tema “Membentuk Generasi Inovatif, Berkarakter Bela Negara, dan Berdaya Saing Global untuk Indonesia Emas 2045.”
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam sambutan via daring, menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan. Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, mahasiswa didorong untuk memgembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan daya saing.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta karakter yang kuat sebagai penggerak perubahan,” tutur Mendiktisaintek dalam sambutannya.
Beasiswa untuk mahasiswa asing
Rektor UPNVY, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, menyampaikan bahwa 5.880 mahasiswa baru merupakan putra-putri terpilih dari total 65.008 pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026.
“Kalian adalah sosok terpilih di UPN “Veteran” Yogyakarta, maka tunjukkan bahwa kalian memang orang-orang yang pantas sebagai mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta,” ujar Rektor di hadapan mahasiswa baru.
Tahun ini, UPNVY juga menerima 15 mahasiswa internasional melalui beasiswa Wimaya International Scholarship (WIS), yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Gambia, Tanzania, Timor Leste, Turkmenistan, dan Kamerun.
Rektor berpesan agar mahasiswa baru senantiasa menerapkan nilai-nilai Bela Negara selama menempuh pendidikan di UPNVY. Menurutnya, Bela Negara merupakan karakter sekaligus identitas yang menjadi ciri khas UPNVY dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
“UPNVY tidak boleh meninggalkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pejuang, maka itulah sebabnya kenapa UPN “Veteran” Yogyakarta harus menggunakan dasar Bela Negara sebagai kerangka implemnetasi kegiatan Tridharma di kampus,” imbuh dia.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.



No Comment! Be the first one.