Menjembatani Quito dan Jakarta lewat dentang gamelan
Warga Ekuador menampilkan gending Cirebon hingga tarian khas Indonesia di malam perayaan HUT ke-81 RI di UTE Quito, Ekuador, Rabu (26/8/2026).
Suara kenong, kendang, dan petikan gitar modern membahana di kampus UTE Quito, Ekuador, Rabu (26/8/2026).
Malam itu, lagu-lagu tradisional Indonesia bergema bukan dari seniman Nusantara, melainkan lewat jemari warga lokal Ekuador yang tampil lihai membawakan gending Cirebon hingga tarian khas Indonesia.
Pertunjukan bertajuk Noche de la Cultura de Indonesia atau Malam Budaya Indonesia ini menjadi panggung pembuktian bagi para siswa Rumah Budaya Indonesia (Casa de la Cultura de Indonesia).
Setelah menimba ilmu selama satu bulan di bawah bimbingan seniman Cirebon, Adang Sunarno, para siswa yang seluruhnya berkebangsaan Ekuador tersebut sukses menyuguhkan pertunjukan musik dan tari secara langsung (live).

Momen puncak acara terjadi saat penari asal Ekuador membawakan Tari Topeng Klana Cirebon dengan iringan Gending Gonjing Kering. Ini merupakan pertama kali Tari Topeng Klana dipentaskan secara live dengan iringan gamelan oleh warganegara Ekuador di negara tersebut.
Duta Besar RI untuk Ekuador, Imam As’ari, menyampaikan bahwa diplomasi kebudayaan yang melibatkan warga lokal secara langsung menjadi instrumen efektif dalam mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
“Melalui Rumah Budaya Indonesia, kami tidak hanya mengenalkan seni, tetapi juga mengajak warga Ekuador untuk terlibat aktif menjadi bagian dari pelestarian budaya ini,” ujar Imam As’ari dalam sambutannya malam itu.
Tak hanya seni tradisi, panggung budaya ini juga menjadi wadah eksperimen musik lintas benua. Pertunjukan ditutup dengan genre Tardanong, kolaborasi eksperimental yang memadukan irama Bomba khas Ekuador dengan gamelan Indonesia, kendang, kenong, dan gitar modern.
Kemeriahan acara yang dihadiri jajaran korps diplomatik, pejabat kementerian Ekuador, serta kalangan akademisi tersebut ditutup dengan sajian kuliner khas Nusantara, seperti gado-gado, pastel, tahu isi, hingga martabak telur.



No Comment! Be the first one.