Daripada ‘klitih’, para pemuda ini pilih adu jotos di ring tinju
94 anak muda tampil saling tinju di BNG Showcase ketujuh yang berlangsung di GOR Pancasila UGM, Sabtu (25/7/2026).
Daripada terlibat kejahatan jalanan atau klitih yang meresahkan, puluhan anak muda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memilih untuk menyalurkan energi dan keberanian mereka secara legal di atas ring tinju.
Sebanyak 94 anak muda unjuk gigi dalam gelaran BNG Showcase ketujuh yang berlangsung di GOR Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (25/7/2026).
Para peserta ini merupakan perwakilan dari 16 camp, 14 universitas, serta 14 SMA yang tersebar di wilayah DIY dan sekitarnya. Pada edisi kali ini, BNG Showcase menyajikan total 47 partai pertandingan yang terbagi ke dalam dua kategori utama: boxing dan kickboxing.
“Di gelaran BNG Showcase ketujuh ini antusiasmenya makin naik, dan untuk pertama kalinya kami mengajak anak SMA di wilayah Yogyakarta,” ujar Founder BNG, Valerian Fediosa Yustanto.
Wadah positif pelampiasan bakat dan emosi
Bersama rekannya, Muhammad Rizqi Fahrezi, Valerian menginisiasi BNG Showcase sebagai ruang aman dan kompetitif bagi generasi muda untuk mengenal olahraga beladiri (combat sport), salah satunya boxing.
“Harapannya BNG Showcase dapat menjadi wadah untuk meluapkan bakat dan emosi dalam bentuk positif dan sportif,” tegas Valerian.
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Pembina Kickboxing Indonesia (KBI) DIY, Kombes Pol Satya Widhy Widharyadi. Ia menilai ajang ini membawa dampak yang sangat positif bagi iklim olahraga beladiri di Yogyakarta.
“Mudah-mudahan turnamen-turnamen seperti ini dapat menyaring talenta-talenta muda yang akan memberikan torehan prestasi, khususnya di olahraga kickboxing yang ada di wilayah DIY,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KBI DIY, Redy Apriyanta, mengungkapkan bahwa antusiasme anak muda untuk terjun ke combat sport saat ini berada di tren yang sangat positif. Redy menaruh harapan besar agar event semacam ini mampu menekan angka kriminalitas jalanan di Jogja.
“Diharapkan tidak ada lagi kerusuhan, klitih, atau tawuran karena kita fasilitasi di sini,” tambah Redy.
Penjaringan atlet dini demi prestasi
Tidak hanya menekan angka kejahatan remaja, KBI DIY juga bergerak aktif melakukan penjaringan atlet sejak dini.
Salah satu langkah strategisnya adalah mendorong sekolah-sekolah di DIY untuk membuka kegiatan ekstrakurikuler kickboxing.
“Sejauh ini Al-Azhar sudah memiliki ekstrakurikuler kickboxing, ke depan kami akan perluas sekolahnya,” jelas Redy. Upaya serius ini dilakukan demi mencetak prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.
Pasalnya, meski baru digarap secara intensif dalam 1–2 tahun terakhir, KBI DIY telah berhasil memboyong 1 medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara.
Tren positif tersebut berlanjut pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025 lalu. Menerjunkan 11 atlet, kontingen KBI DIY sukses mengamankan 3 medali perunggu dan 1 medali perak.
“Kami menargetkan hasil PON mendatang dapat lebih baik dari sebelumnya karena kami telah meningkatkan pelatihan atlet kita secara profesional dengan dibukanya Pusat Latihan Daerah di Redy Jogja Camp,” tutup Redy.



No Comment! Be the first one.