STMM “MMTC” Yogyakarta catat rekor MURI kumpulkan 1.541 karakter animasi karya mahasiswa
STMM "MMTC" Yogyakarta mendapatkan rekor MURI dengan mengumpulkan 1.541 karya animasi mahasiswa.
STMM “MMTC” Yogyakarta resmi mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Karakter Animasi dan Game Terbanyak Karya Mahasiswa dari Satu Perguruan Tinggi Sejumlah 1.541 Karakter”
Table Of Content
Penyerahan rekor ini berlangsung pada Rabu, (9/9/2026), bertepatan dengan Wisuda Program Sarjana & Sarjana Terapan Periode I T.A. 2026/2027 sekaligus peringatan Dies Natalis STMM ke-41.
Sebanyak 1.541 desain karakter ini merupakan karya dari 416 mahasiswa Prodi Animasi dan Teknologi Permainan angkatan 2021–2026 yang dirangkum rapi dalam bentuk buku oleh dosen Animasi STMM, Atmaja Septa Miyosa.
Pencapaian ini menjadi langkah nyata STMM “MMTC” Yogyakarta untuk memperoleh rekognisi sebagai Kampus 1000 IP (Intellectual Property) serta memperkuat branding sebagai pencetak talenta digital unggul dan inovatif.
Pemberian penghargaan diberikan oleh Ari Andriani, Senior Representative MURI.
Wisuda 188 mahasiswa
Selain mendapatkan rekor MURI, kampus juga menggelar upacara wisuda. Pada kelulusan periode ini, kampus resmi meluluskan sebanyak 188 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari tiga jurusan dengan enam program studi.
Ketua STMM Yogyakarta, Dr. R.M. Agung Harimurti, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para lulusan tahun ini.
Secara rinci, kelulusan didominasi oleh Jurusan Penyiaran sebanyak 118 lulusan, yang terbagi dalam Program Studi Manajemen Produksi Siaran (Manaprodsi) sebanyak 65 orang, Manajemen Teknik Studio Produksi (Matekstosi) 40 orang, dan Manajemen Produksi Berita (Manarita) 13 orang.
Sementara itu, Jurusan Komunikasi dan Informasi Publik melalui Program Studi Manajemen Informasi Komunikasi (MIK) menyumbang 34 lulusan. Adapun Jurusan Animasi dan Teknologi Permainan meluluskan 36 orang, terdiri dari 23 lulusan Teknologi Permainan dan 13 lulusan Animasi.
Agung menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan, para mahasiswa dibekali materi pembelajaran yang intensif dan berorientasi praktik.
Mereka menempuh 144 hingga 148 SKS, di mana Program Sarjana Terapan mengaplikasikan skema 60% praktik dan 40% teori, sedangkan Program Sarjana menggunakan proporsi 60% teori dan 40% praktik.
“Guna membekali para mahasiswa dalam pengalaman organisasi sebelum terjun ke dunia industri, di dalam kurikulum juga diberikan Mata Kuliah Praktikum yang terdiri dari Praktikum Individu, Praktikum Kelompok, Praktikum Gabungan, Praktikum Simulasi, dan Gelar Karya,” ujar dia.
Mahasiswa wajib Kerja Praktek
Ia menambahkan, mahasiswa diwajibkan menempuh Kerja Praktek di berbagai sektor industri penyiaran, animasi, permainan, perusahaan swasta, instansi pemerintah, lembaga non-pemerintah, serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi program sarjana.
“Program ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran, sekaligus memperkuat kompetensi dalam memahami dan menerapkan kaidah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Melalui skema kurikulum tersebut, lulusan STMM diharapkan memiliki kesiapan matang untuk beradaptasi dinamis dengan kebutuhan dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri, sekaligus menjadi agen perubahan yang inovatif, responsif, dan solutif di masyarakat.
Dampak positif dari kesiapan kerja ini terbukti dari terserapnya para lulusan di pasar kerja bahkan sebelum mereka resmi diwisuda. Dari total lulusan, sebanyak 27 orang atau sekitar 14,36% wisudawan telah diterima bekerja di perusahaan swasta, instansi pemerintah, maupun berwirausaha di industri kreatif.
“Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Sebab, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi dan keterampilan mahasiswa STMM telah mendapatkan pengakuan dari dunia industri, dunia kerja, lembaga non industri, maupun instansi pemerintahan,” katanya.
SKPI jadi bekal
Selain ijazah, para lulusan juga dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sesuai amanat Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018.
Guna menunjang kualitas SKPI tersebut, STMM “MMTC” Yogyakarta telah bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejak tahun 2015 dengan membentuk Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan sertifikasi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Upacara kelulusan ini juga mencatatkan prestasi akademik yang gemilang. Dari 188 mahasiswa yang diwisuda, terdapat 68 mahasiswa yang berhasil meraih predikat Cum Laude dan 73 mahasiswa mendapatkan predikat Sangat Memuaskan.
“Predikat Cum Laude di Sekolah Tinggi Multi Media ‘MMTC’ Yogyakarta diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan IPK minimal 3,75 dengan masa studi maksimal 8 semester atau 4 tahun, serta tidak terdapat nilai C di seluruh mata kuliah yang telah ditempuh,” tutup Agung.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan STMM “MMTC” Yogyakarta.



No Comment! Be the first one.