Menjelajah wisata Kotagede lebih seru lewat media digital JAGAME
JAGAME, media digital berbasis teknologi geospasial menjadi salah satu inovasi para dosen UPN "Veteran" Yogyakarta untuk mengintegrasikan informasi dan gamifikasi.
Langkah kaki puluhan peserta menyusuri sudut-sudut bersejarah Kotagede, Yogyakarta terasa berbeda pada Minggu (30/8/2026). Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN) bersama mitra Jaghana mengajak dosen, mahasiswa, hingga alumni melintasi ruang sejarah dan budaya lokal dengan terobosan melalui program pengabdian masyarakat berbasis teknologi.
Table Of Content
Sebanyak 34 peserta dari program studi Teknik Geomatika dan Ilmu Komunikasi membagi diri ke dalam dua kelompok lintasan eksplorasi.
Kelompok pertama menyusuri Rute Kotagede Perak dengan melintasi Masjid Gedhe Mataram, Makam Raja-Raja Kotagede, Sendang Seliran, Perak Pak Darwin, Gang Soka, Omah Pesik, Omah Indish, hingga berakhir di Sumber Kemuning.
Sementara itu, kelompok kedua menempuh Rute Kotagede Sarlegi yang melintasi kawasan bersejarah serupa hingga Pasar Legi Kotagede dan berakhir di Pendopo Omah Moeljo Alas Mentaok.
Sepanjang perjalanan, para peserta mengoperasikan JAGAME (Jogja Adventure Game Explorer), sebuah inovasi media digital berbasis teknologi geospasial yang mengintegrasikan informasi lokasi, peta digital, dan unsur gamifikasi.
Melalui aplikasi tersebut, peserta tidak sekadar mengamati bangunan tua atau menyimak narasi lokal, tetapi juga ditantang menyelesaikan misi serta kuis interaktif di setiap titik perhentian.
Perluas pemanfaatan teknologi geospasial
Ketua tim pengabdian UPN “Veteran” Yogyakarta, Yuseptia Angretnowati, S.I.P., M.A., mengungkapkan bahwa pengembangan JAGAME bertujuan memperluas pemanfaatan teknologi geospasial agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Melalui JAGAME, kami mencoba mengembangkan pemanfaatan teknologi geospasial tidak hanya dalam bentuk peta, tetapi juga sebagai media interaktif untuk mengenalkan suatu kawasan. Peserta dapat memperoleh informasi lokasi sekaligus mengikuti aktivitas yang membuat proses eksplorasi menjadi lebih menarik,” ujarnya.
Pendekatan ini disambut hangat oleh para peserta yang merasakan langsung pengalaman jelajah kawasan secara dinamis. Salah seorang peserta, Melinda, mengaku mendapatkan sudut pandang baru selama menyusuri rute.
“Selama berjalan, kami bukan hanya melihat tempat-tempat bersejarah, tetapi juga mendapatkan informasi melalui aplikasi dan mengikuti misi yang ada. Jadi perjalanan terasa lebih interaktif dan membuat kami lebih tertarik memperhatikan lokasi yang dikunjungi,” katanya.
Pengalaman eksplorasi yang lebih dinamis

Sepanjang perjalanan, para peserta tampak antusias berinteraksi dengan aplikasi JAGAME.
Layar ponsel di genggaman mereka bukan sekadar panduan rute, melainkan pintu masuk menuju pengalaman jelajah yang lebih dinamis, mulai dari mengamati detail cagar budaya, menyimak narasi kawasan, hingga menyelesaikan berbagai misi interaktif di setiap titik hentian.
Bagi Melinda, salah satu peserta walking tour, integrasi teknologi ini memberikan impresi yang membekas dalam menyusuri sudut-sudut Kotagede.
“Selama berjalan, kami bukan hanya melihat tempat-tempat bersejarah, tetapi juga mendapatkan informasi melalui aplikasi dan mengikuti misi yang ada. Jadi perjalanan terasa lebih interaktif dan membuat kami lebih tertarik memperhatikan lokasi yang dikunjungi,” ungkapnya.
Langkah inovatif ini turut memantik apresiasi dari tim Jaghana, Nayla. Ia menilai kolaborasi ini menjadi angin segar bagi upaya pengenalan potensi kawasan sejarah agar tetap relevan dengan zaman.
“Kotagede memiliki banyak potensi yang bisa dikenalkan kepada masyarakat. Dengan adanya media digital seperti JAGAME, informasi mengenai lokasi-lokasi tersebut dapat dikemas dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.
Evaluasi performa JAGAME

Bagi tim pengabdian UPN “Veteran” Yogyakarta, momen walking tour ini menjadi medan uji coba sekaligus evaluasi langsung performa JAGAME di lapangan.
Lewat eksperimen ini, tim dapat mengamati secara presisi bagaimana publik berinteraksi dengan peta digital, mendapatkan informasi sejarah, hingga menyelesaikan tantangan berbasis permainan.
Hasilnya terbukti presisi. Perpaduan peta digital dan gamifikasi berhasil menghadirkan metode eksplorasi kawasan yang segar, memungkinkan peserta menikmati lanskap fisik Kotagede secara langsung sembari memahami narasi digitalnya.
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen UPN “Veteran” Yogyakarta dalam memadukan teknologi geospasial, literasi lokal, dan pendekatan interaktif demi menjaga warisan sejarah serta budaya Kotagede tetap relevan di era digital.
Inovasi JAGAME juga didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Yogyakarta.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan UPN “Veteran” Yogyakarta untuk menyampaikan pengabdian akademisi kepada masyarakat.



No Comment! Be the first one.