Dari industri migas hingga pariwisata, ahli K3 jadi profesi strategis di lintas industri
Peran ahli K3 kini tak hanya identik dengan industri berisiko tinggi seperti migas dan konstruksi, tapi meluas hingga sektor pariwisata dan rumah sakit.
Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini identik dengan industri berisiko tinggi seperti migas dan konstruksi. Namun, kebutuhan tenaga K3 kini meluas ke berbagai sektor, mulai dari rumah sakit, pendidikan, hingga pariwisata.
Ketua Program Studi K3 STIKES YKY, Ahmad Afif Mauludi, menjelaskan bahwa K3 merupakan ilmu terapan yang bertujuan menjaga pekerja tetap sehat dan selamat selama bekerja.
“Ilmu K3 itu memastikan pekerja tidak sakit dan tetap selamat selama menjalankan tugasnya. Hampir semua perusahaan dan institusi sekarang memiliki departemen K3,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa K3 bukan sekadar urusan alat pelindung diri atau prosedur keselamatan teknis. Ilmu ini memadukan berbagai disiplin, mulai dari biomedis, psikologi, hingga komunikasi.
“Kami belajar banyak aspek, tidak hanya kesehatan kerja, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dan mengelola perilaku keselamatan di tempat kerja,” jelasnya kepada tim Nalacitra beberapa waktu lalu.
Menurut Afif, lulusan K3 berpeluang mengisi posisi sebagai safety coordinator maupun safety manager. Peran tersebut bertanggung jawab merancang dan memastikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja berjalan efektif.
Yang menarik, peluang karier K3 tidak hanya terbuka di industri berat. Sektor lain seperti rumah sakit, institusi pendidikan, hingga pariwisata juga membutuhkan tenaga profesional K3.
“Selama ini orang berpikir K3 hanya untuk migas dan konstruksi. Padahal semua sektor yang memiliki pekerja membutuhkan sistem keselamatan,” katanya.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), misalnya, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang berpotensi menyerap tenaga K3. Aktivitas wisata petualangan, wisata bahari, hingga kegiatan ekstrem memiliki risiko yang perlu dikelola secara profesional.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap standar keselamatan kerja, kebutuhan tenaga K3 dinilai akan terus tumbuh. Lulusan K3 tidak hanya berperan mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga membantu perusahaan membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.



No Comment! Be the first one.