Dari ruang kelas menuju lanskap bisnis: Prodi Manajemen FE UST cetak mahasiswa jadi ‘entrepreneur’
Prodi Manajemen FE UST berupaya mencetak mahasiswa untuk menjadi enterpreneur dengan menyelenggarakan sejumlah agenda penunjang.
Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta melalui BREACHD Center dan Student Development Program menggelar rangkaian program workshop, mentoring kewirausahaan, serta ekspo produk.
Table Of Content
Agenda pertama pada Rabu (24/6/2026) adalah agenda workshop bertajuk “Borderless Impact: Harnessing AI and Big Data for Sustainable Global Expansion” yang digelar jam 08:00-12:00 WIB di kampus FE UST.
Beriringan dengan itu, mahasiswa juga mnengikuti program ekspo produk di halaman kampus.
Selanjutnya adalah agenda bertajuk “Be the CEO of Your Own Life: Self-Leadership and Growth Mindset for Young Future Leaders” pukul 13:00 WIB.
Tiga acara itu dirancang sebagai wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu bisnis sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja dan industri global sejak dini.
Cetak entrepreneur muda di ekspo inkubasi bisnis
Sebagai bagian dari penilaian proyek akhir mata kuliah Inkubasi di semester enam, mahasiswa diwajibkan memamerkan ide dan produk bisnis mereka ke dalam sebuah ekspo pasar. Tidak kurang dari 77 tenant yang menampilkan lebih dari 100 produk inovatif memadati area bazar, mulai dari sektor kuliner (food) dan kerajinan (craft).
Dr. Auliya Rosiana, S.S., M.M., CPHRM, Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UST Yogyakarta menjelaskan bahwa program ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga menggandeng perwakilan UKM dari Kota Yogyakarta serta Kabupaten Gunungkidul.
Proses pembentukan produk ini pun dilakukan secara bertahap melalui kurikulum kewirausahaan yang matang selama perkuliahan.
“Output kita bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ilmu entrepreneur, jiwa entrepreneur, dan ketika lulus nanti bisa siap menuju dunia kerja dengan cepat tanpa menunggu,” ujar Auliya, Rabu (24/6/2026).
Ekspo tersebut merupakan luaran dari rangkaian kurikulum kewirausahaan yang dirancang secara bertahap melalui mata kuliah Creative Technopreneurship, Venture Creation, dan Incubator Practicum.
Menurutnya, proses tersebut bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan sehingga siap memasuki dunia kerja maupun menciptakan usaha secara mandiri setelah lulus.
“Dan yang terakhir ini adalah inkubasi di mana produk mereka ini sudah jadi, menjadi sebuah produk yang bisa dipasarkan melalui ekspo,” lengkapnya.
Bentuk karakter ‘growth mindset’
Selain membekali mahasiswa senior dengan kemampuan berbisnis, Prodi Manajemen UST Yogyakarta juga memberikan perhatian besar pada pengembangan karakter mahasiswa baru melalui sesi pertama Student Development Program.
Sebanyak 157 mahasiswa semester 2 yang mengambil mata kuliah Etika dan Bisnis Organisasi dihadirkan dalam acara talkshow bersama training consultant, Erfan Ariyaputra, S.Psi.
Dosen Prodi Manajemen FE UST, Dr. Tri Ratna Purnamarini, S.E., Ak., M.M., CPHRM menekankan pentingnya memberikan penguatan aspek psikologis dan cara berpikir yang berkembang (growth mindset) kepada mahasiswa yang berada di masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi.
“Harapannya itu, dari semester dua, mahasiswa sudah mengenali tentang kepemimpinan diri terlebih dahulu, sebelum nanti akhirnya kalau dia sudah lulus, masuk ke dunia kerja, dia memimpin orang lain begitu. Jadi untuk membekali dari awal,” tutur Ratna.
Menurutnya, masa perpindahan dari SMA ke perkuliahan membawa perubahan besar pada lingkungan pendidikan dan ritme hidup sehari-hari.
Oleh karena itu, penguasaan soft skill leadership cukup krusial agar mahasiswa mampu mengelola diri sendiri, menyelesaikan studi dengan baik, dan menjadi fondasi kepemimpinan di masa depan. Kegiatan ini diproyeksikan akan terus berjalan secara berkelanjutan untuk semester-semester berikutnya.
Mahasiswa jadi jembatan teknologi AI untuk UMKM
Tantangan eksternal dunia industri turut dibahas dalam sesi workshop yang menghadirkan Ignatius P. Cahyanto, Ph.D., CHE., CAHTA, dosen di University of Louisiana, Amerika Serikat sebagai pembicara.
Ia menyoroti besarnya potensi 65 juta UMKM di Indonesia, namun pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor tersebut masih sangat rendah, minim strategi ekosistem, dan terkendala infrastruktur yang belum merata di luar Jawa-Bali.
Dalam pemaparannya, Ignatius menaruh harapan besar agar mahasiswa mau mengambil tanggung jawab sebagai penggerak digitalisasi di masyarakat.
“Teman-teman mahasiswa ini kan menjadi harapan saya menjadi jembatan antara tren teknologi AI dan UMKM. Tugas mahasiswa ini berat, karena mereka menjadi tulang punggung. UMKM kita itu bisa maju tetapi tidak mempunyai cukup kapital, tidak mempunyai cukup akses,” tegas Ignatius.
Sebagai langkah awal yang paling realistis, ia menyarankan mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan platform AI gratis seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude untuk riset pasar, menentukan kemasan, dan memproduksi konten digital.
Setelah konten terdigitalisasi menjadi data, langkah berikutnya adalah menyinergikannya dengan tata kelola keuangan, standarisasi sistem, hingga pembuatan prototipe.
“Sistemnya harus jalan dulu, tapi kita harus mulai dari step pertama adalah yang gratis dulu nih. Banyak mahasiswa bisa membantu UMKM untuk mengaksesnya,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi Manajemen FE UST dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, berjiwa wirausaha, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun industri global.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), berkontribusi pada Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman mahasiswa di luar kampus, serta sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Selain itu, rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Global Community Engagement Program (GCEP) 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UST, Dr. Kusuma Chandra Kirana, S.Pd., M.M..
Melalui kegiatan ini, UST menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa yang berdaya saing global.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan Prodi Manajemen FE UST Yogyakarta untuk memublikasikan praktik baik pendidikan kewirausahaan.



No Comment! Be the first one.