Tren kasus campak DIY naik sejak tahun lalu, pakar ingatkan pentingnya vaksinasi
Kasus campak di DIY meningkat dengan ratusan suspek dan puluhan kasus terkonfirmasi. Pakar UMY menyoroti rendahnya cakupan imunisasi sebagai faktor utama.
Kasus campak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Table Of Content
Lonjakan ini menempatkan isu imunisasi anak sebagai perhatian utama, mengingat campak merupakan penyakit menular dengan risiko komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.
Peningkatan kasus ini telah terdeteksi sejak tahun lalu dan masih berlanjut hingga awal tahun ini. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bambang Edi Susyanto, menegaskan bahwa tren tersebut perlu diwaspadai meski kondisi masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.
“Di Daerah Istimewa Yogyakarta memang terjadi peningkatan kasus campak, baik pada tahun lalu maupun tahun ini. Pada awal tahun ini saja sudah tercatat ratusan kasus suspek dengan puluhan kasus yang telah terkonfirmasi, termasuk di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Namun demikian, situasi ini masih dapat dikendalikan dan terus dipantau,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Cakupan imunisasi belum merata jadi faktor utama
Menurut dr. Bambang, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Kondisi ini turut diperparah oleh penundaan imunisasi selama masa pandemi serta keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksinasi.
“Faktor utama biasanya adalah cakupan imunisasi yang belum merata. Masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, ditambah adanya penundaan imunisasi pada masa pandemi, serta sebagian orang tua yang masih ragu terhadap vaksinasi. Ketika ada kelompok anak yang tidak terlindungi atau tidak tervaksinasi, virus campak akan sangat mudah menyebar karena penyakit ini memang sangat menular,” jelas dr. Bambang.
Baca juga: Kasus campak anak naik jelang mudik Lebaran, dosen UGM imbau orangtua waspada
Gejala campak dan risiko komplikasi pada anak
Campak memiliki gejala awal yang kerap menyerupai penyakit infeksi lainnya.
Gejala tersebut umumnya diawali dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata merah. Dalam beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya bermula dari wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
“Campak juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama pada bayi dan anak dengan daya tahan tubuh yang rendah. Komplikasi tersebut dapat berupa infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, diare berat, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh,” tambahnya.
Edukasi dan imunisasi jadi kunci pencegahan
Meski demikian, dr. Bambang menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat dapat dicegah.
Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi campak, baik vaksin MR maupun MMR, yang diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai misinformasi terkait vaksin.
Pemerintah bersama tenaga kesehatan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran, mulai dari puskesmas, posyandu, sekolah, hingga media.
“Strateginya adalah memberikan edukasi secara konsisten kepada masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan bekerja melalui puskesmas, rumah sakit, posyandu, serta sekolah untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai manfaat dan keamanan imunisasi. Pendekatan ini penting untuk mengatasi misinformasi yang masih beredar di masyarakat,” tuturnya.



No Comment! Be the first one.