Tips mudik menggembirakan untuk anak
Simak tips mudik yang menggembirakan anak agar perjalanan kembali ke kampung halaman Anda bisa lebih berkesan.
Jelang Hari Raya Idulfitri, banyak keluarga yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. Kegiatan yang dikenal dengan istilah mudik tersebut memang menggembirakan untuk orang dewasa, tapi belum tentu bagi anak.
Table Of Content
Lantas, apa yang harus disiapkan? Simak tips mudik yang menggembirakan anak di bawah ini.
Pertama, sebaiknya bawal anak ke dokter yang merawatnya dan sampaikan jadwal rencana mudik secara lengkap.
Dengan begitu, dokter akan memberikan resep obat rutin dan obat darurat, surat keterangan medis dan bahkan mungkin saja nomor telephone penting yang dapat dihubungi, apabila diperlukan (hotline).
Kedua, resep obat sebaiknya langsung dibelikan. Hal ini karena obat rutin harus diminumkan tanpa terhenti, obat darurat sangat mungkin diperlukan mendadak, dan belum tentu tersedia di apotek di kota kecil.
Surat keterangan medis dari dokter dapat ditunjukkan kepada dokter yang memeriksa anak, pada saat anak sakit di tengah perjalanan ataupun di tempat tujuan.
Maka, dokter tersebut dapat memahami riwayat kesehatan anak secara lengkap dan memberikan penatalaksanaan penyakit sesuai dengan riwayat kesehatan sebelumnya.
Ketiga, bekal anak yang harus dibawa perlu direncanakan, disiapkan dan dikemas dengan baik.
Selain bekal pakaian, bacaan, mainan kesayangan, ataupun makanan, jangan lupa juga bekal obat. Sebagian besar anak memerlukan obat, baik untuk lanjutan pengobatan rutin penyakitnya ataupun obat darurat selama di perjalanan, di penginapan dan di tempat tujuan.
Anak yang menderita penyakit menahun atau seperti tuberkulosis (TBC), asma, epilepsi, kurang darah, bocor ginjal, bocor jantung ataupun gangguan hormonal, memerlukan lanjutan pengobatan rutin, terus menerus dan tanpa terputus.
Obat darurat yang biasanya diresepkan dokter untuk perjalanan mudik meliputi obat turun demam, batuk, pilek, muntah, diare, kolik atau sakit perut, pelindung mata, ataupun kulit.
Keempat, pada rencana mudik dengan tujuan daerah endemis penyakit tertentu, dokter akan memberikan obat pencegahan dan vaksinasi, juga menjelaskan beberapa tindakan penting yang harus dilakukan, agar anak tidak tertular penyakit di daerah tersebut.
Apabila, harus membeli makanan atau minuman di perjalanan, pilihlah tempat dan menunya secara cermat.
Rumah makan yang terkesan kumuh, lusuh, ataupun pengap haruslah dihindari. Menu yang segar, hangat, dan berkuah sangatlah dianjurkan.
Minuman kemasan dari perusahaan terpercaya, baik berupa air mineral, bersoda, teh ataupun jus buah sangat mungkin lebih aman, asalkan tanggal kadaluwarsa dan kemasan luarnya terjaga.
Minuman segar, asli, dan sering ditawarkan di sepanjang jalan mudik sangat rentan tercemar bakteri, belum dimasak tuntas ataupun mengandung zat perasa atau pewarna yang asing dan berbahaya bagi saluran cerna anak.
Cermat bekal makan
Bekal makanan dan minuman anak sebaiknya juga direncanakan dengan cermat.
Pilihlah menu yang sudah dikenal oleh anak, sehingga anak tidak menolaknya. Ajari anak untuk merencanakan, membeli atau memasaknya sendiri, dan mengemasnya dengan baik, sesuai dengan usianya.
Pilihlah menu yang tinggi karbohidrat, tinggi protein, rendah lemak, praktis dan tidak mudah mencetuskan kekambuhan penyakit kronisnya.
Bawalah secukupnya, sesuai dengan lama perjalanan yang akan ditempuh dan tidak perlu membawa terlalu banyak, dengan maksud akan dikonsumsi di tempat tujuan mudik.
Cara tersebut akan membahayakan keawetan bekal dan secara teknis membawanya sangat merepotkan.
Perhatikan tempat duduk anak
Alat transportasi untuk mudik saat ini sangat beragam dan sepeda motor justru merupakan moda pilihan terbanyak. Kalau keluarga memilih mudik dengan menggunakan sepeda motor, tempatkan anak di tengah, diantara kedua orang dewasa.
Kenakanlah perlengkapan keamanan utama, yaitu jaket, celana panjang, sepatu, kacamata dan helm dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh anak.
Apabila perjalanan darat akan menggunakan moda transportasi umum, minumkanlah obat anti mabuk sebelum berangkat, terutama bagi anak yang rentan mabuk.
Usahakan anak dalam keadaan kenyang, dan mintalah dia melihat pemandangan alam ke arah depan atau ke arah samping yang jauh, misalnya sawah, gunung atau awan.
Hindarkan anak untuk membaca tulisan kecil-kecil, melihat ke arah belakang atau ke arah samping yang dekat, misalnya rumah, kendaraan, atau pohon di pinggir jalan, sebab semua keadaan tersebut akan memacu mabuk.
Dalam hal tersebut, pusat keseimbangan tubuh anak atau vestibuler akan terganggu, karena adanya stimulasi turbulensi dan gerakan semu benda-benda yang berlebihan.
Gerak seperlunya
Pada saat anak sedang bugar, mintalah bergerak seperlunya, misalnya berdiri atau ‘senam’ di tempat, jangan hanya duduk manis saja, yang bertujuan untuk melancarkan aliran darah, mencegah jenuh dan menghindari mabuk.
Kenakanlah pakaian yang sesuai dengan udara kabin, yaitu baju hangat di ruangan yang dingin ber-AC dan pakaian berbahan katun sekedarnya di ruangan yang gerah.
Pakaian yang sesuai akan dapat membuat anak nyaman, mencegah agar anak tidak batuk, demam, kelaparan (menurunnya kadar gula darah) dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
Pada perjalanan yang memakan waktu lama dan terjadi perubahan lingkungan yang drastis di kabin, penggantian pakaian harus disesuaikan dengan perubahan tersebut.
Semua pakaian perlu direncanakan dengan cermat dan diterangkan kepada anak sebelum berangkat, sehingga mudah dikenakan pada waktu yang tepat dan anak tidak menolak.
Dengan perencanaan yang matang, mudik bersama dengan anak dapat dilakukan dengan menyenangkan, lancar, dan aman, sehingga suasana kegembiraan dapat dirasakan oleh segenap anggota keluarga.
Selamat menyambut hari kemenangan Idulfitri 1447 H.
Opini ini ditulis oleh FX Wikan Indrarto
Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Alumnus S3 Universitas Gadjah Mada



[…] Tips mudik menggembirakan untuk anak […]