Cari kerja mudah dan gaji tinggi? Waspada, bisa saja itu TPPO
Waspada dengan iming-iming gaji besar tanpa kerjaan yang sulit karena itu bisa saja Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
Pemuda bisa saja terjebak dalam perdagangan manusia hanya dengan satu klik. Bukan lagi dijemput calo di terminal, tapi dijangkau melalui chat WhatsApp, DM Instagram, atau grup kerja online. Modus lama, wajah baru.
“Sekarang adanya scam online, iming-iming pendapatan yang tinggi, kalau ada syarat pekerjaan yang nonsense dan unlogical, misalnya gaji tinggi tapi tanpa persyaratan tinggi, visa dipermudah, kita harus warning. Hati-hati,” ujar Sr. Anastasia Ervin Sri Agustin, Koordinator Jaringan Talithakum, Minggu (8/2/2026) dalam agenda Hari Doa Internasional St. Bakhita bagi Para Korban Perdagangan Orang di Balai PPA DIY.
Berdasarkan paparan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY dan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Minggu (8/2/2026), sejumlah modus perdagangan orang yang kini bertransformasi digital antara lain:
Perekrutan via medsos dan aplikasi
Pelaku menyamar sebagai HR atau agensi. Korban ditawari kerja ke luar negeri dengan janji gaji besar. Tak ada kontrak resmi. Bahkan, dalam salah satu kasus, korban dari Sleman yang diberangkatkan ke Malaysia tidak memegang paspor dan permit, karena ditahan oleh agensi
Tanpa kontrak & dokumen dipalsukan
Modus lain adalah korban tidak pernah menandatangani kontrak kerja. Identitasnya dipalsukan. Paspor ditahan, gaji dipotong untuk biaya pemberangkatan.
Penempatan pekerjaan berubah-ubah
Korban awalnya dijanjikan pekerjaan legal, tapi kemudian dialihkan ke sektor eksploitasi seperti jermal (penangkapan ikan lepas pantai) atau industri seksual.
“Ketika muncul pekerjaan dengan syarat mudah, gaji besar, dan sudah dikirimi uang lebih dahulu, itu tanda bahaya. Akan ada sesuatu yang tidak baik ke depannya,” jelas Anastasia.
Ia menggarisbawahi fenomena yang lebih luas, banyak anak muda tertipu karena mentalitas instan.
“Trennya, orang muda sekarang semua serba instan. Menarik, ngapain susah-susah? Mereka kadang tidak sadar mereka terjebak dalam suatu kejahatan dan diiming-imingi sesuatu yang dirasa lebih baik,” katanya.
Anastasia pun menyamakan skema TPPO digital dengan jebakan judi online.
“Awalnya menang terus, tapi lama-lama uangnya habis disedot juga. Ketika kita sedang butuh dan tidak berhati-hati, kita akan memasuki apa yang dinamakan tipuan dunia,” tambahnya.
Jika sudah terjebak, jangan diam
“Kalau sudah kena? Harus berkomunikasi dengan banyak orang, bercerita dengan keluarga, ke pemuka agama, atau siapapun, jangan disimpan sendiri. Ketika diajak ketemu sendiri, jangan pernah temui sendiri, selalu ajak teman,” tegas Anastasia.
Berikut layanan darurat dan pencegahan TPPO di DIY
SAPA 129 – Call Center Nasional 24 jam
Tesaga DIY – Konseling online untuk perempuan dan anak
Puspaga, Balai PPA DIY, PATBM, Forum Puspa – Layanan dukungan sosial, hukum, dan psikologi
SIGA DIY – Aplikasi pemantauan kekerasan berbasis gender dan anak
BP3MI Yogyakarta – 085161337403



No Comment! Be the first one.