Selain Sesar Opak, ada dua sesar aktif lain di Yogyakarta
BMKG sebut Yogyakarta memiliki tiga sesar aktif, Opak, Dengkeng, dan Tambak Bayan berpotensi gempa.
Keberadaan dua sesar aktif lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selain Sesar Opak, menjadi perhatian publik setelah sebuah unggahan di media sosial menyebut potensi gempa bumi dengan kekuatan lebih dari magnitudo 6.
Table Of Content
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Unggahan yang beredar di media sosial X sejak Selasa (27/1/2026) menyebut adanya Sesar Dengkeng dan Sesar Tambak Bayan di wilayah Yogyakarta.
Hingga Kamis (29/1/2026), unggahan tersebut telah dilihat puluhan ribu kali dan mendapat ribuan respons dari warganet.
BMKG sebut ada tiga sesar di Yogyakarta
Stasiun Geofisika BMKG Sleman membenarkan bahwa selain Sesar Opak, terdapat dua sesar aktif lain di wilayah Yogyakarta. Penjelasan ini disampaikan BMKG sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
“Betul, hal tersebut merujuk kepada Peta Potensi Gempa Bumi dari Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) tahun 2024,” ujar Stasiun Geofisika BMKG Sleman.
BMKG menjelaskan, sebelumnya sesar yang teridentifikasi di Yogyakarta hanya Sesar Opak. Namun, pembaruan data dan kajian terbaru menunjukkan terdapat tiga sesar aktif di wilayah tersebut.
Sesar Opak, sumber gempa dangkal di Yogyakarta
Sesar Opak selama ini dikenal sebagai salah satu sumber gempa bumi dangkal di Yogyakarta. Sesar ini tercatat menjadi sumber gempa bermagnitudo 4,5 yang mengguncang Yogyakarta pada Selasa (27/1/2026) siang.
Selain itu, Sesar Opak juga menjadi sumber gempa besar bermagnitudo 6,4 yang terjadi pada 27 Mei 2006, yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa di wilayah Bantul dan sekitarnya.
Sesar Dengkeng berada di sekitar Prambanan
Berdasarkan Peta Potensi Gempa Bumi PuSGeN 2024, Sesar Dengkeng berada di sekitar kawasan Prambanan dan memanjang hingga wilayah selatan Klaten, Jawa Tengah.
BMKG mencatat Sesar Dengkeng memiliki dimensi sekitar 15 kilometer dengan lebar 20 kilometer. Berdasarkan ukuran tersebut, sesar ini memiliki potensi guncangan maksimal hingga magnitudo 6,2.
Sesar Tambak Bayan atau Sesar Mataram
Selain Sesar Dengkeng, terdapat pula Sesar Tambak Bayan yang juga dikenal sebagai Sesar Mataram. Sesar ini membentang dari wilayah Kalasan hingga bagian utara Kota Yogyakarta.
BMKG mencatat Sesar Tambak Bayan memiliki panjang sekitar 14 kilometer dan lebar 20 kilometer, dengan potensi guncangan maksimal mencapai magnitudo 6,1.
Temuan berdasarkan kajian BRIN dan PuSGeN
BMKG menjelaskan bahwa keberadaan Sesar Dengkeng dan Sesar Tambak Bayan teridentifikasi melalui penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Daryono, pada 2023.
Temuan tersebut kemudian diperkuat melalui kajian lanjutan dan dimasukkan ke dalam Peta Potensi Gempa Bumi PuSGeN 2024 sebagai sumber gempa selain Sesar Opak di Yogyakarta.
Tidak bisa prediksi waktu gempa
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini, waktu terjadinya gempa bumi tidak dapat diprediksi, termasuk gempa yang berpotensi dipicu oleh Sesar Opak, Sesar Dengkeng, maupun Sesar Tambak Bayan.
“Seperti kita ketahui bersama, gempa sampai saat ini belum bisa diprediksi kapan akan terjadi. Jadi semua hanya potensi,” jelas BMKG.
BMKG menambahkan bahwa besaran magnitudo yang tercantum dalam peta merupakan potensi maksimal berdasarkan dimensi patahan, bukan prediksi kejadian gempa.
Imbauan BMKG kepada masyarakat
Stasiun Geofisika BMKG Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.
“Jangan percaya hoaks. Kemudian memitigasi diri sendiri, banyak melakukan literasi, dan sekali lagi mencari sumber terpercaya,” ujar BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membangun bangunan tahan gempa sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku, mengingat Yogyakarta berada di wilayah dengan aktivitas tektonik aktif.



No Comment! Be the first one.