Alasan mengapa flu cepat menular setelah pandemi Covid-19
Setelah pandemi Covid-19, flu kembali menyebar lebih cepat di masyarakat. Kondisi ini, menurut akademisi, tidak berkaitan dengan peningkatan keparahan penyakit.
Kasus influenza dengan laju penularan yang terasa lebih cepat belakangan ini kerap dikaitkan dengan istilah super flu.
Table Of Content
Meski demikian, para akademisi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menandakan meningkatnya tingkat keparahan penyakit.
Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Agus Widyatmoko menjelaskan, virus super flu ini memang memiliki kemampuan penyebaran yang relatif cepat, tapi tingkat keparahannya masih tergolong rendah sehingga dapat dikendalikan dengan disiplin kesehatan yang baik.
Ia mengungkapkan bahwa karakter utama varian influenza ini terletak pada kemampuannya beradaptasi dan menghindari sistem imun tubuh, sehingga penularannya dapat terjadi lebih cepat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
“Kemampuan menyebarnya memang cepat, tetapi bukan tingkat keparahannya. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami cara pencegahan dan mengenali tanda-tandanya,” ujar Agus dalam kegiatan Kampus Sehat Menyapa yang diselenggarakan UMY secara daring, Kamis (8/1/2026).
Varian lama subklade baru
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, Farindira Vesti Rahmasari mengatakan, super flu merupakan varian lain dari virus influenza yang sudah lama dikenal.
“Virus ini termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2, tetapi yang membedakan adalah munculnya subklade baru, yakni K, itu belum banyak ditemukan,” katanya.
Senada, Agus mengurai, mutasi virus merupakan mekanisme alamiah agar virus dapat bertahan hidup. Pada varian yang saat ini beredar, perubahan yang terjadi masih terbatas pada bagian permukaan virus, sehingga sistem imun tubuh memerlukan penyesuaian untuk mengenalinya kembali.
Namun demikian, Agus menegaskan bahwa kondisi tersebut belum mengarah pada perubahan signifikan yang berpotensi memicu pandemi dengan tingkat kematian tinggi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga telah melaporkan temuan kasus super flu. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus terkonfirmasi, meski jumlah tersebut belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.
Pandemi Covid-19 tingkatkan penyebaran flu
Kemunculan varian baru influenza, kata Farindira, merupakan proses alamiah akibat mutasi virus.
Mutasi tersebut dapat terjadi melalui perubahan genetik kecil yang dikenal sebagai antigenic drift, maupun melalui pertukaran materi genetik antarvirus yang berasal dari manusia dan hewan.
“Selain faktor mutasi, kondisi pascapandemi Covid-19 juga berkontribusi terhadap meningkatnya penyebaran influenza. Selama pandemi, paparan virus influenza relatif menurun. Setelah pembatasan dicabut, virus ini kembali menyebar lebih luas dan cepat,” jelasnya.
Apa yang perlu diwaspadai?
Agus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala influenza yang umumnya muncul secara mendadak.
Beberapa gejala yang sering dialami antara lain demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot yang intens, serta kelelahan ekstrem.
Ia menyebut sebagian besar kasus dapat pulih dengan baik apabila ditangani secara tepat dan tidak disertai faktor risiko tertentu.
“Gejalanya hampir sama, tetapi cenderung lebih berat. Demam bisa tinggi, nyeri otot lebih terasa, tubuh sangat lemas, dan masa pemulihan bisa berlangsung lebih dari dua minggu. Risiko komplikasinya juga lebih besar,” tambah Farindira.
Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan gangguan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat akibat infeksi ini.
Sebagai langkah pencegahan, Agus dan Farindira menekankan pentingnya vaksinasi influenza untuk menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi.
Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci utama.
“Mitigasi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Jika sedang sakit, gunakan masker dan kurangi kontak dengan orang lain. Langkah kecil ini memiliki dampak besar dalam menekan penyebaran penyakit,” pungkas Agus.



No Comment! Be the first one.