Program “Gemar Gizi” Polindra: Upaya memutus rantai anemia remaja putri di SMA Negeri 2 Indramayu
Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menggelar kegiatan "Gemar Gizi" di SMA Negeri 2 Indramayu untuk mendeteksi dan edukasi siswi tentang anemia pada 26 Agustus 2026 lalu.
Rasa pusing, wajah pucat, dan tubuh lesu yang kerap menghampiri para siswi di tengah jam pelajaran sering kali dianggap sepele sebagai rasa lelah biasa. Padahal, di balik gejala tersebut, ada ancaman anemia yang mengintai kesehatan dan fokus belajar remaja putri.
Table Of Content
Maka, tim dosen Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Gemar Gizi” atau Gerakan Remaja Sadar Gizi dan Bebas Anemia di SMA Negeri 2 Indramayu pada 26 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan yang berfokus pada penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan pencegahan anemia ini ditujukan khusus bagi para remaja putri di sekolah tersebut.
Tim pengabdi Polindra yang turun langsung terdiri dari para dosen keperawatan, yakni Hj. Winani, S.Kep., Ners., M.Kep., Suci Nurjanah, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Berlian Kusuma Dewi, S.Kep., Ns., M.S. Adapun pendanaan dari pengabdian masyarakat ini berasal dari internal Politeknik Negeri Indramayu.
Ketua Jurusan Kesehatan Polindra, Hj. Winani, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada edukasi teori, tetapi juga dilanjutkan dengan tindakan medis preventif berupa skrining fisik.
“Kegiatannya meliputi penyuluhan kesehatan tentang gizi dan anemia pada remaja, khususnya untuk remaja putri. Setelah penyuluhan, kami melanjutkannya dengan skrining anemia yang mencakup pengukuran antropometri dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb),” ujar Winani saat diwawancarai tim Nalacitra, Rabu (4/11/2026).
7 siswi terindikasi anemia
Dari hasil pemeriksaan fisik dan tes kadar hemoglobin yang dilakukan langsung di lokasi, tim Polindra mencatat temuan penting terkait kondisi kesehatan para siswi.
“Dari total 88 siswi yang mengikuti skrining, terdeteksi sebanyak 7 siswi terindikasi mengalami anemia,” ungkap Winani.
Penetapan tema “Gemar Gizi” ini sebelumnya dirancang berdasarkan studi pendahuluan serta diskusi mendalam bersama pihak kepala sekolah dan pembina UKS SMAN 2 Indramayu.
Dari hasil observasi awal, ditemukan sejumlah kebiasaan gizi yang kurang sehat di kalangan para siswa.
Winani menyatakan bahwa sebagian besar siswa cenderung mengonsumsi jajanan ultra-processed food yang rendah zat besi, ditambah kebiasaan sering melewatkan sarapan sebelum pergi ke sekolah.
Tidak heran, sejumlah siswi tampak pucat, mengeluh pusing, hingga lesu saat mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Resistensi pada Tablet Tambah Darah
Selain itu, sekolah diketahui belum memiliki program edukasi gizi yang berkelanjutan maupun data dasar mengenai kadar hemoglobin siswa. Tantangan lain yang dihadapi adalah masih tingginya penolakan siswi terhadap konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
“Masih terdapat resistensi dari para siswi terhadap Tablet Tambah Darah akibat kurangnya pemahaman mengenai manfaatnya, serta adanya persepsi negatif terkait efek samping mual yang ditimbulkan,” tambah Winani.
Melalui program “Gemar Gizi” ini, tim dosen Polindra berharap dapat membangun kesadaran gizi sejak dini dan memberikan data kesehatan awal agar pihak sekolah dapat terus memantau kesehatan para siswinya secara berkelanjutan.
Bagaimana cara pencegahan anemia?
Untuk mencegah anemia, remaja putri perlu banyak mengongsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besi.
“Seperti daging merah, ayam, ikan, hati sapi/ayam, sayuran hijau (bayam, kangkung), dan kacang-kacangan. Terus juga buah buahan kayak jambu biji, tomat, jeruk,” beber dia.
Disebutnya, kurang darah bisa menurunkan konsentrasi belajar dan tubuh akan mengalami lemah, letih, lesu, linu, dan lunglai sehingga bisa berdampak ke penurunan keaktifan dan prestasi di sekolah.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Indramayu untuk menyebarluaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.



No Comment! Be the first one.