Registrasi akun SNPMB 2026 sekolah resmi dibuka, apa yang harus dicek sebelum isi PDSS?
SNBP 2026 dimulai hari ini. PDSS ada di tangan sekolah, e-Rapor beri kuota tambahan. Apa yang wajib dicek?
Proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi bergulir mulai hari ini Senin (5/1/2026). Apa saja yang harus diperhatikan?
Table Of Content
Pendaftaran awal bukan dilakukan oleh siswa, melainkan oleh sekolah yakni registrasi akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sekolah dan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Di tahap awal ini, sekolah memegang peran kunci. Data yang diunggah dan difinalisasi akan menjadi dasar penilaian prestasi siswa dalam seleksi SNBP.
Artinya, sebelum siswa memilih program studi, peluang mereka sudah mulai dibentuk dari meja operator sekolah.
Sekolah wajib punya akun SNPMB untuk isi PDSS
Untuk bisa mengisi PDSS, sekolah harus memiliki akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) terlebih dahulu.
Sekolah yang sudah memiliki akun SNPMB dari tahun sebelumnya tidak perlu mendaftar ulang, namun tetap wajib memastikan akun tersebut aktif dan datanya mutakhir.
Pengisian PDSS dilakukan secara bertahap dan hanya bisa difinalisasi satu kali. Karena itu, ketelitian menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Penggunaan e-Rapor dapat tambahan kuota 5 Persen
Pada SNBP 2026, sekolah yang mengisi PDSS menggunakan data e-Rapor memperoleh tambahan kuota sebesar 5 persen.
Skema ini ditujukan untuk mendorong pemanfaatan data nilai yang terintegrasi dan mengurangi kesalahan input manual.
Namun, penggunaan e-Rapor bukan kewajiban mutlak. Sekolah masih bisa mengisi PDSS secara manual, dengan konsekuensi beban kerja yang lebih besar dan proses yang lebih panjang.
Jadwal lengkap SNBP 2026
Berikut tahapan penting SNBP 2026 yang perlu dicermati sekolah dan siswa:
- Pengumuman kuota sekolah: 29 Desember 2025
- Masa sanggah kuota sekolah: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026
- Registrasi akun SNPMB sekolah: 5 – 26 Januari 2026
- Pengisian PDSS oleh sekolah: 5 Januari – 2 Februari 2026
- Registrasi akun SNPMB siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026
- Pendaftaran SNBP: 3 – 18 Februari 2026
- Pengumuman hasil SNBP: 31 Maret 2026
- Masa unduh kartu peserta SNBP: 3 Februari – 30 April 2026
Tahap pengisian PDSS menjadi fase paling krusial karena seluruh data nilai dan siswa eligible dikunci di sini.
Cara isi PDSS menggunakan e-Rapor
Sekolah yang memilih menggunakan e-Rapor dapat mengikuti langkah berikut:
1. Login ke laman PDSS https://pdss.snpmb.id/ menggunakan akun yang terdaftar di portal SNPMB.
2. Cek profil sekolah melalui menu Profil.
3. Aktifkan penggunaan data e-Rapor pada menu e-Rapor.
4. Lakukan finalisasi data sekolah.
5. Tambahkan siswa eligible yang memiliki nilai TKA lengkap, baik satu per satu maupun secara massal melalui file CSV.
6. Sistem akan menampilkan status penarikan data dari e-Rapor.
7. Setelah data berhasil ditarik, nilai siswa akan terisi otomatis dan tidak dapat diubah di PDSS.
8. Pastikan seluruh nilai sudah sesuai, lalu finalisasi data nilai.
9. Cetak tanda bukti finalisasi PDSS.
Penggunaan e-Rapor membuat proses pengisian nilai lebih ringkas, tetapi menuntut kesiapan data sejak awal.
Cara isi PDSS secara manual
Bagi sekolah yang belum menggunakan e-Rapor, pengisian PDSS dilakukan secara manual dengan tahapan lebih panjang:
1. Login ke laman PDSS https://pdss.snpmb.id/ dengan akun SNPMB sekolah.
2. Lengkapi dan cek profil sekolah.
3. Definisikan jenis kelas dan kuota.
4. Isi data operator sekolah.
5. Finalisasi data sekolah.
6. Tambahkan siswa eligible.
7. Finalisasi data siswa.
8. Definisikan kurikulum dan mata pelajaran tiap semester.
9. Finalisasi data kurikulum.
10. Isi nilai siswa per semester.
11. Finalisasi nilai dan cetak bukti finalisasi PDSS.
Pada metode manual, pembatalan finalisasi masih dimungkinkan selama finalisasi nilai akhir belum dilakukan.
PDSS bukan sekadar administrasi
Meski terlihat teknis, pengisian PDSS bukan sekadar urusan administratif. Di sinilah nilai siswa dikunci, kuota ditentukan, dan peluang SNBP mulai disaring.
Kesalahan kecil nilai tidak lengkap, data tidak sinkron, atau keterlambatan finalisasi dapat berdampak langsung pada peluang siswa.
SNBP 2026 boleh jadi berbasis prestasi, tetapi prosesnya tetap bergantung pada ketelitian data.
Karena itu, koordinasi antara sekolah, operator, guru, dan siswa menjadi kunci agar seleksi berjalan adil dan akurat sejak awal.



No Comment! Be the first one.