Alasan kenapa mahasiswa seni musik klasik ISI Yogyakarta juga belajar karawitan
Kehadiran karawitan bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada karakter bunyi yang berbeda dari sistem diatonis yang umum digunakan dalam musik klasik Barat.
Tidak banyak mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang menyangka mereka akan mempelajari karawitan di tengah dominasi pembelajaran musik klasik Barat.
Table Of Content
Prodi ini dikenal berfokus pada pengembangan musik klasik Barat, mulai dari era Renaisans hingga musik kontemporer. Namun, di semester enam, mahasiswa justru diperkenalkan pada musik tradisional melalui mata kuliah karawitan.
Munculnya mata kuliah tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa. Mereka mempertanyakan alasan karawitan dimasukkan dalam kurikulum yang sejak awal menitikberatkan pada musik klasik Barat.
Alasan karawitan masuk kurikulum
Ketua Prodi Seni Musik ISI Yogyakarta, Kustap menjelaskan bahwa karawitan menjadi bagian dari kurikulum karena prodi tersebut menerapkan pendekatan pembelajaran yang komprehensif.
“Prodi Seni Musik merupakan prodi riset yang melakukan observasi auditif atau berfokus pada pendengaran. Semua mata kuliah yang berhubungan dengan indra pendengaran disajikan dalam kurikulum, termasuk karawitan, karena pada dasarnya tetap berkaitan dengan bunyi,” ujar Kustap beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, kehadiran karawitan juga bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada karakter bunyi yang berbeda dari sistem diatonis yang umum digunakan dalam musik klasik Barat.
Relevansi karawitan dalam pembelajaran musik klasik
Menurut Kustap, salah satu aspek karawitan yang relevan bagi mahasiswa musik klasik adalah permainan ansambel atau permainan musik secara bersama-sama menggunakan berbagai alat musik.
Mata kuliah ini ditempatkan pada semester enam karena pada tahap tersebut mahasiswa dinilai telah memiliki kemampuan studi individu yang lebih kuat.
Berdasarkan evaluasi program studi, respons mahasiswa terhadap mata kuliah karawitan dinilai baik. Seluruh mahasiswa mengambil mata kuliah tersebut karena dianggap memberikan pengalaman musikal yang berbeda.
Kustap juga menekankan pentingnya mempertahankan aspek keilmuan dalam karawitan ketika kurikulum dievaluasi ulang, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga teori secara mendalam.
Upaya memperkaya wawasan musik tradisional mahasiswa
Dosen pengampu mata kuliah karawitan, Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuwar menyampaikan bahwa kehadiran karawitan dalam kurikulum bertujuan memperkaya wawasan musikal mahasiswa.
“Karawitan dimasukkan untuk memperkaya pengetahuan dan genre musik mahasiswa. Selain itu, prodi juga ingin mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai dalam karawitan, khususnya karawitan Jawa, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami budaya musik Barat, tetapi juga budaya musik Indonesia,” jelas Setya.
Melalui mata kuliah ini, Prodi Seni Musik ISI Yogyakarta berupaya memperluas wawasan musikal mahasiswa sekaligus menempatkan tradisi musik Indonesia sebagai bagian dari pembelajaran akademik yang setara dengan musik klasik Barat.
Artikel ini merupakan kolaborasi Nalacitra dengan mahasiswa Program Studi Seni Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Gema Ratu Fatiha.



No Comment! Be the first one.