BMKG prediksi musim hujan 2026 berakhir Maret, begini cuaca saat mudik lebaran
Prediksi BMKG menyebut musim hujan 2026 di Indonesia berlangsung hingga Maret. Peralihan ke musim kemarau diperkirakan mulai April.
Kapan musim hujan 2026 berakhir di Indonesia? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berlangsung hingga Maret 2026.
Table Of Content
BMKG menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena La Niña lemah yang terjadi sejak awal musim hujan. Informasi tersebut merujuk pada laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026 yang telah diperbarui oleh BMKG.
BMKG memperkirakan fase La Niña mulai melemah pada Maret 2026 dan diprediksi berakhir pada April 2026. Periode tersebut menjadi masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia.
Sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April 2026.
Beberapa daerah yang lebih dulu mengalami peralihan musim antara lain:
- Sebagian wilayah Pulau Jawa
- Bali
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sebagian wilayah Kalimantan
- Sebagian wilayah Sulawesi
BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan perubahan pola iklim pada pertengahan tahun. Peluang munculnya fenomena El Niño diperkirakan mencapai 50–60 persen pada pertengahan 2026.
Jika fenomena tersebut terjadi, musim kemarau 2026 berpotensi menjadi lebih kering dan panas dibandingkan kondisi normal.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi sekitar Agustus 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pergantian musim biasanya ditandai dengan perubahan arah angin muson.
“Monsun Asia atau angin baratan akan segera berganti menjadi Monsun Australia atau angin timuran. Inilah penanda utama kita mulai memasuki musim kemarau,” ujarnya.
Perkiraan cuaca saat mudik lebaran 2026
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, BMKG juga merilis proyeksi kondisi cuaca untuk mendukung keselamatan perjalanan Angkutan Lebaran.
Mengutip rilis resmi BMKG, kondisi atmosfer selama periode mudik masih memerlukan pemantauan karena adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Menurut Teuku Faisal Fathani, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama pada paruh pertama Maret 2026.
Secara umum, cuaca selama periode Lebaran diprediksi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah seperti:
- Pulau Jawa
- Bali
- Nusa Tenggara
- Papua Pegunungan
“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu untuk mendukung keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran,” kata dia.
Proyeksi cuaca Indonesia sepanjang Maret 2026
BMKG membagi perkiraan kondisi cuaca selama Maret 2026 ke dalam tiga periode.
1–10 Maret 2026
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
11–20 Maret 2026
Pola hujan masih relatif sama, namun potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi mulai meningkat di beberapa daerah.
21–31 Maret 2026
Hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, tetapi kemungkinan hujan lebat juga muncul di sejumlah wilayah.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat pada periode kedua hingga ketiga antara lain:
- Lampung
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Pegunungan
BMKG ingatkan potensi banjir rob pada Maret 2026
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi banjir pesisir atau rob pada Maret 2026.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret dan fase Perigee pada 22 Maret yang dapat meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Oleh karena itu, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca.
BMKG menyarankan masyarakat mengikuti pembaruan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. Pengendara juga diimbau menghindari perjalanan saat hujan lebat disertai angin kencang.
Sementara bagi pemudik yang menggunakan jalur laut, BMKG meminta masyarakat memperhatikan informasi tinggi gelombang melalui portal maritim BMKG.
Musim kemarau 2026 mulai April di sejumlah wilayah
BMKG menjelaskan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa daerah diperkirakan akan lebih dulu merasakan kondisi udara yang lebih kering sebagai tanda datangnya musim kemarau.
Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah yang diperkirakan lebih dahulu mengalami awal musim kemarau meliputi:
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi
Selain itu, sejumlah wilayah lain juga diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat, termasuk sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga beberapa wilayah Papua.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG, terutama menjelang periode mudik Lebaran dan masa peralihan menuju musim kemarau.



No Comment! Be the first one.