Ini 5 strategi kelola keuangan setelah momen Lebaran
Dompet menipis setelah Lebaran? Ini 5 strategi kelola keuangan agar tetap aman dan terkendali menurut ekonom UGM.
Lonjakan pengeluaran kerap terjadi saat Lebaran. Mulai dari kebutuhan mudik hingga pemberian parsel, pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat dan bahkan berlanjut setelah hari raya usai.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan keuangan jika tidak segera dikendalikan.
Ekonom Universitas Gadjah Mada, Eddy Junarsin, menyebut fenomena ini dipengaruhi suasana perayaan yang masih terasa.
“Sehingga pengeluaran secara tidak tersadari mungkin akan di atas normal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
1. Sadar euforia sudah selesai
Langkah pertama adalah menyadari bahwa fase perayaan telah berakhir. Tanpa kesadaran ini, kebiasaan konsumtif berisiko terus berlanjut.
2. Aktifkan “Alarm” keuangan
Setiap individu perlu memiliki semacam alarm atau kesadaran untuk kembali mengatur keuangan secara tertib dan strategis setelah Lebaran.
3. Terapkan rasio keuangan ideal
Pengelolaan keuangan perlu mengacu pada rasio yang sehat. Tabungan atau investasi idealnya berada di kisaran 10–20 persen dari pendapatan bersih (take-home pay).
Sementara itu, rasio cicilan utang di luar KPR tidak disarankan melebihi 35 persen.
“Debt service ratio adalah rasio pembayaran cicilan terhadap take-home pay,” jelasnya.
4. Mulai investasi sejak dini
Masyarakat, terutama mahasiswa, didorong untuk mulai memahami investasi melalui pembelajaran maupun praktik langsung. Analisis investasi dapat dilakukan dengan pendekatan fundamental maupun teknikal.
5. Lindungi keuangan dengan asuransi
Asuransi menjadi bagian penting dalam manajemen risiko. Dengan skema risk sharing, beban finansial dapat ditekan saat terjadi hal tak terduga.
“Jika ada peristiwa risiko, seseorang ditanggung hingga persentase tertentu, misalnya sampai 80 persen. Jadi, ini merupakan suatu praktik yang lumrah dan penting,” ungkapnya.
Tetap Waspada di Tengah Ketidakpastian
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian atau VUCA, masyarakat diminta tetap bijak dalam mengelola keuangan.
Pengeluaran perlu dijaga agar tidak melebihi pendapatan, kecuali untuk kebutuhan investasi.
Selain itu, strategi investasi juga disarankan lebih fleksibel dan berfokus pada kebutuhan yang bersifat vital dan taktis.
“Pupuk persatuan di dalam komunitas, kurangi perdebatan atau konflik yang tidak konstruktif,” pesannya.



No Comment! Be the first one.